Langsung ke konten utama

Tenang Kawan Badai Pasti Berlalu

Saat ini di pertengahan tahun 2020 ini saya, anda, kita berada pada sebuah badai, yap sebuah wabah penyakit dengan penularan yang sangat cepat dan memiliki efek berantai.

Banyak terjadi phk dimana mana, ada yang dirumahkan tanpa gaji, cari lowongan kerja susah bangat saat ini, ekonomi dunia anjlok, ketakutan dan kepanikan seakan merebak dimana mana, bukan hanya terhadap wabah oenyakitnya namun juga tentang efek lain dari wabah ini seperti finansial efek misalnya.


Terlebib lagi kita dihadapkan dengan bulan ramadhan yang sekitar beberapa minggu lagi kita akan memasukinya, hmm.. Kenangan tentang indahnya bulan ramadhan, berkumpul bareng keluarga, bareng teman, dan sahabat, reuni kecil kecilan dengan teman lama, buka puasa bersama, salat teraweh berjamaah, mungkin terancam tidak terlaksana. Yap seakan sedih sekali hati ini melihat gambaran kedepan yang akan terjadi bahkan mungkin apa jadinya hari raya idul fitri jika wabah ini masih mengjangkit, karena physical distancing mengharuskan kita menjaga jarak fisik guna mencegah penularannya.

Yap itu semua hanya gambaran kedepannya bisa terjadi bisa juga tidak, karena Tuhan bisa melakukan apapun yang dikehendakinya, dan dia maha berkuasa atas segalanya.

Apa yang perlu kita lakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental kita? Untuk tetap mendapatkan ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan disaat seperti ini. Mengingat secara mental memang kita masih kaget dan belum bisa beradaptasi dengan ini semua.

Pertama yang harus anda lakukan adalah jelas mari kita lebih dekat kepada Sang pencipta, mari kita kembali kepadanya, menjalankan segala perintah yang wajib dan yang sunnah. Karena salah satu cara mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan adalah dengan lebih dekat pada sang pencipta. Apalagi bagi anda yang selama ini lupa kepadanya karena terlalu asik dengan dunia yg fana ini.

Kedua yang perlu anda lakukan adalah yowes gausah musingin, terlalu berfikir berlebihan malah akan membuat anda stress, dan memikirkan hal hal negatif tentang masalah anda dalam waktu lama akan berdampak langsung pada kesehatan anda. Udahlah gausah dipikirin, gakuat otakmu dan gabakal sampe, karena kita disuruh do'a dan ikhtiar atau usaha. Bukan disuruh menebak nebak dari mana gimana masalah ini selesai, bukan disuruh mikirin tapi disuruh gerak, usaha dan do'a.

Ketiga mari kita perkuat belief system kita atas segala janji Allah kepada hambanya. Seperti halnya rezeki, dimana tuhan berfirman "Tidak ada satu pun makhluk melata di bumi, melainkan dijamin rezekinya oleh Allah". Gausah pusing besok makan apa, Allah yang jamin. Dan firman lain yang sebenernya banyak manusia tau tapi ga banyak yang paham tentang "Mintalah Padaku Niscaya Akan Kuberi". Ketika kamu berdo'a sebenarnya Allah sudah mengabulkan do'a mu tersebut hanya saja belief system mu yang meng cancel do'a itu.

Misal kamu do'a minta 5 milyar akhir bulan ini di rekening kamu. Sebenarnya Allah tau dan dengar, siap dikabulkan, tapi belief system kamu seolah meng cancel do'a itu seperti pertanyaan "ah tapi dari mana yaa 5 m itu, dapet 100ribu aja susah". "Ah masa iyaa gua punya duit 5 m nanti akhir bulan". Itu... Pahami deh.

Yowes intinya mikir yang positif aja, hati hati dengan ucapan karena setiap ucapan adalah do'a. Dan ingat selalu bersyukur dan cobalah melihat kebawah disaat seperti ini, bahwa ada yang lebih susah tapi mereka tetap bisa tertawa lepas. Serta jangan meng cancel do'a. Pelajari dan pahami.

Komentar